Pilihan

pilihan

 

Choose the best one among the good choices.

Harus mengadakan penelitian terlebih dahulu? Harus menimbang plus minus dari masing-masing pilihan? Harus menganalisis risiko terlebih dahulu? Kadang kita tak punya banyak waktu untuk memikirkan semua itu. Hanya percaya pada intuisi semata, serta nekat sajalah.

Topik pembicaraan ini membawaku ke beberapa bulan lalu, hampir setahun silam. Ah, aku menyesal, right after I made a choice. Banyak sesal. Sampai sekarang pun demikian. Padahal sudah kutanamkan dalam hati :

Tak ada pilihan yang salah. Pilihan yang kamu ambil akan membawamu ke pilihan-pilihan lain. Itulah hidup.

Tetap saja, aku masih menyalahkan pilihan itu, menyalahkan diri sendiri. Parahnya, sekarang aku jadi berandai-andai. Bisakah ini? Bisakah itu? Ah, sudahlah. Terlalu menyakitkan untuk membahas apa yang sudah menjadi pilihanku itu.

Sekarang, yang harus kulakukan, hanya bersabar dan mengasah diri untuk mempersiapkan pilihan berikutnya. Kalau pilihan yang diberikan kepada kita tidak memuaskan, kenapa kita tidak membuat pilihan-pilihan sesuai dengan keinginan kita sendiri? Demikian kata atasanku tempo hari. “Berilah diri kita pilihan”.

Hati-hati memilih, kawan.

Akhir Minggu – Belajar Dari Air

i-heart-water

Nah, sudah pukul 4.28 ketika memulai untuk mengetik tulisan ini. Saat ini adalah saat-saat kritis ketika mau mengerjakan apapun terasa berat. Kenapa? Karena sebentar lagi jam pulang kantor. Dan hei, ini kan weekend. Sudah ada sederet kegiatan yang terencana–dan mungkin juga banyak pekerja lainnya.

Apa yang ingin kutulis? Apa saja. aku tak paham tentang struktur penulisan apapun. Mungkin lupa. Sudah lama tak sekolah.

Tadi pagi, entah kenapa aku mandi pukul 5 pagi. Amat jarang kulakukan. Ah, masih terlalu pagi untuk siap-siap. Pun aku berangkat ke kantor pukul 7.30 lebih. Akhirnya aku menghidupkan radio, mencari channel berita. Biar gaya sedikit, biar tahu perkembangan dunia. Yaa, semacam itulah. Namun, aku tak mendapatkan satupun. Semua stasiun radio diisi dengan musik-musik–dan didominasi oleh musik barat. Akhirnya aku menemukan stasiun radio ‘SINDO’. Memang bukan sedang siaran berita, tapi cukup menarik daripada laggu-lagu yang diputar di stasiun lainnya. Continue reading

Senja di Mangunan

Senja di Mangunan

Mangunan, Imogiri. Seingatku ini di bulan November tahun lalu (2012). Bersama Nuzul. Mencoba jalanan menanjak di Mangunan, Imogiri, Bantul. Awalnya ingin menikmati pemandangan kebun buah, tapi tak ada hasil. Malah lebih nikmat senja di Jogja dengan pemandangan dari atas bukit.